Pekanbaru – Turunnya hujan di sejumlah wilayah Provinsi Riau dalam beberapa hari terakhir membawa dampak positif terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan. Kondisi terbaru menunjukkan, titik karhutla yang sebelumnya sempat muncul di beberapa daerah kini sudah berhasil dipadamkan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau, M Edy Afrizal, menyampaikan bahwa kebakaran lahan sebelumnya sempat terjadi di wilayah Rokan Hilir dan Pelalawan. Namun, proses pemadaman yang dilakukan tim gabungan di lapangan ikut terbantu oleh hujan yang turun cukup merata.
Menurutnya, kondisi karhutla di Riau saat ini sudah nihil. Hujan yang mengguyur sejumlah daerah menjadi salah satu faktor penting yang membantu menekan potensi penyebaran api.
Operasi Modifikasi Cuaca Disetop Sementara
Seiring meningkatnya intensitas hujan, kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Riau untuk sementara waktu dihentikan. Keputusan ini diambil karena curah hujan dinilai sudah cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Selama pelaksanaan OMC, total garam yang telah disemai mencapai sekitar 64 ton. Program ini sebelumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk membantu menurunkan hujan di wilayah rawan karhutla.
Namun, ketika hujan sudah turun cukup banyak, pelaksanaan OMC perlu dihentikan sementara. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko baru, terutama potensi banjir apabila curah hujan menjadi terlalu tinggi.
Meski dihentikan, pesawat yang digunakan untuk kegiatan OMC masih tetap disiagakan di Riau. Pesawat tersebut dapat kembali digunakan jika sewaktu-waktu dibutuhkan, termasuk untuk patroli pemantauan karhutla.
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat
Di sisi lain, BMKG Pekanbaru masih mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Hujan ringan hingga sedang diperkirakan masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Riau sejak pagi hingga malam hari.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira Mawadah, menyampaikan bahwa hujan sudah terpantau melalui citra radar cuaca di beberapa daerah. Wilayah yang berpotensi diguyur hujan antara lain Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kuantan Singingi, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Dumai.
Memasuki siang hingga malam hari, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih perlu diwaspadai. Hujan tersebut juga dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah.
Beberapa daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kampar, Siak, Kuantan Singingi, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Dumai, dan Pekanbaru.
Warga Diminta Tetap Hati-Hati
Meski hujan membantu memadamkan karhutla, masyarakat tetap diminta tidak lengah. Curah hujan yang tinggi dapat memicu genangan air, banjir lokal, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas masyarakat.
Pengendara juga diimbau lebih berhati-hati saat melintas di jalan raya. Kondisi jalan yang licin saat hujan dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengguna sepeda motor.
Situasi ini menunjukkan bahwa kondisi cuaca di Riau masih cukup dinamis. Di satu sisi, hujan menjadi kabar baik karena membantu menekan potensi karhutla. Namun, di sisi lain, hujan lebat juga tetap perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.
Kesimpulan
Hujan yang mengguyur Riau secara merata membuat kondisi karhutla membaik dan mendorong penghentian sementara Operasi Modifikasi Cuaca. Meski demikian, masyarakat tetap perlu waspada terhadap potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang yang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah.




Memuat komentar...