Jakarta – Bank Indonesia tetap optimistis nilai tukar rupiah akan kembali stabil dan berpeluang menguat, meski sempat berada di kisaran Rp17.500 per dolar Amerika Serikat.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan keyakinan tersebut didukung oleh kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai masih kuat. Menurutnya, BI terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan global.
“Seperti yang disampaikan Pak Gubernur BI, kami tetap meyakini dengan langkah-langkah yang dilakukan rupiah akan stabil dan cenderung menguat. Karena kita meyakini fundamental ekonomi Indonesia itu sangat baik dibandingkan dengan negara-negara yang lain,” kata Ramdan di Jakarta.
BI Perkuat Stabilitas Rupiah
Bank Indonesia menyatakan terus memantau pergerakan rupiah, termasuk saat pasar dalam negeri sudah tutup. BI juga tetap memperhatikan transaksi di pasar Eropa dan Amerika karena pergerakan rupiah di luar negeri dapat dipengaruhi oleh transaksi non-deliverable forward atau NDF.
Ramdan menjelaskan, langkah stabilisasi tidak hanya dilakukan melalui intervensi pasar. BI juga memperkuat instrumen keuangan seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), menjaga kecukupan likuiditas, serta memperdalam pasar uang dan pasar valuta asing.
Selain itu, BI meningkatkan pengawasan terhadap bank dan korporasi yang melakukan pembelian dolar AS dalam jumlah besar agar tekanan terhadap rupiah tidak semakin kuat.
Tekanan Global Jadi Penyebab Utama
Menurut BI, pelemahan rupiah tidak terjadi sendirian. Sejumlah mata uang negara lain juga mengalami tekanan akibat kondisi global, seperti penguatan dolar AS, kenaikan suku bunga Amerika Serikat, serta ketegangan geopolitik yang mendorong harga minyak dunia.
Selain faktor eksternal, permintaan dolar dari dalam negeri juga ikut meningkat. Permintaan tersebut berasal dari kebutuhan pembayaran utang luar negeri, repatriasi dividen, serta kebutuhan masyarakat untuk ibadah haji dan umrah.
Rupiah Masih Berpeluang Menguat
Meski berada dalam tekanan, Bank Indonesia menilai rupiah masih memiliki ruang untuk kembali menguat. Hal ini didukung oleh fundamental ekonomi nasional, cadangan devisa, serta koordinasi antara BI, pemerintah, dan lembaga terkait.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan rupiah masih sangat dipengaruhi sentimen global. Namun, selama stabilitas ekonomi terjaga dan langkah BI terus berjalan, peluang rupiah untuk kembali stabil tetap terbuka.




Memuat komentar...