Beijing — China mengambil langkah strategis untuk mengamankan pasokan energinya dengan mengubah batu bara menjadi bahan bakar minyak (BBM), gas, hingga bahan kimia. Langkah ini dilakukan di tengah ketidakpastian geopolitik global pasca-perang Iran yang mengancam pasokan energi dunia.
Proyek Raksasa di Mongolia Dalam
Mongolia Dalam, wilayah penghasil batu bara terbesar di China, mengumumkan rencana besar untuk membangun basis konversi batu bara terbesar di negara tersebut. Wakil Ketua Eksekutif Daerah Otonom Mongolia Dalam, Huang Zhiqiang, menyatakan bahwa proyek ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi asing.
“Kami meningkatkan dan memperkuat kapasitas produksi domestik untuk proyek batu bara-menjadi-minyak, gas, dan kimia guna meningkatkan kemandirian domestik,” ujar Huang dalam konferensi pers terbarunya.
Kementerian Lingkungan Hidup China juga telah menyetujui proyek percontohan senilai 22,1 miliar yuan (sekitar Rp51,5 triliun) di Ordos, Mongolia Dalam, dengan kapasitas 800 ribu metrik ton per tahun untuk memproduksi olefin — bahan baku dasar pembuatan plastik dan produk kimia.
Dilema Lingkungan
Meski memberikan keunggulan kompetitif dari sisi biaya, proses konversi batu bara ke produk minyak bumi akan melepaskan emisi karbon dalam jumlah besar. Hal ini menjadi tantangan serius bagi target iklim dan netralitas karbon yang dicanangkan pemerintah China.
Aktivis energi bersih memperingatkan agar adopsi teknologi hijau tidak dijadikan kedok untuk terus melakukan ekspansi besar-besaran pada sektor batu bara. Saat ini, Mongolia Dalam memproduksi sekitar 1,25–1,28 miliar ton batu bara per tahun, menyumbang lebih dari seperempat produksi nasional China.
Kesimpulan
Strategi China mengubah batu bara menjadi BBM menunjukkan bagaimana konflik geopolitik mendorong negara-negara besar untuk mencari kemandirian energi. Meski menguntungkan dari sisi ekonomi dan keamanan energi, dampak lingkungan dari konversi batu bara tetap menjadi pekerjaan rumah besar bagi Beijing di tengah komitmen netralitas karbonnya.




Memuat komentar...