Pekanbaru – Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Pekanbaru mulai memperketat pengawasan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M. Tim pemantau telah diterjunkan untuk mendata dan memantau kesehatan hewan kurban yang masuk ke wilayah Pekanbaru.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distankan Kota Pekanbaru, Zulpan Ependi, mengatakan saat ini pihaknya telah menurunkan tim pemantau sebanyak 30 orang.
“Saat ini kami sudah melakukan pemantauan melalui tim yang berjumlah 30 orang. Hewan yang masuk dipantau sehingga nantinya dapat diketahui jumlah sapi dan kambing yang masuk ke Pekanbaru,” ujar Zulpan Ependi, Minggu (10 Mei 2026).
Selain pendataan, Distankan juga akan menggelar sosialisasi kepada pengurus masjid terkait tata kelola hewan kurban dan pengawasan kesehatan hewan. Sosialisasi rencananya digelar pada Selasa mendatang.
Pengawasan akan diperketat mulai H-10 Idul Adha. Total petugas yang akan diterjunkan mencapai 75 orang, terdiri dari 30 personel Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Provinsi Riau, 33 mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Riau, dan sisanya dari dinas terkait.
Petugas akan melakukan pemeriksaan ante-mortem (sebelum penyembelihan) dan post-mortem (setelah penyembelihan) untuk memastikan daging hewan kurban layak dikonsumsi dan bebas dari penyakit.
“Jika ditemukan penyakit atau cacing yang membahayakan, maka daging tidak boleh dikonsumsi masyarakat. Pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter hewan,” tegas Zulpan.
Distankan Pekanbaru berharap dengan pengawasan yang lebih ketat ini, masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan tenang dan daging yang dibagikan benar-benar aman untuk dikonsumsi.




Memuat komentar...