London — Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan kebijakan larangan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Kebijakan ini menjadikan Inggris sebagai negara terbaru yang mengambil langkah tegas setelah Australia dan Indonesia menerapkan pembatasan serupa melalui PP Tunas.

Larangan Total untuk Semua Platform Medsos

Larangan ini mencakup seluruh platform media sosial utama, termasuk pembatasan terpisah untuk produk daring seperti aplikasi gim dan penghapusan opsi obrolan dengan orang asing. Starmer mengumumkan kebijakan tersebut langsung dari Downing Street dan menyebutnya sebagai warisan terpenting masa kepemimpinannya.”Saya tidak akan menyajikannya seolah tanpa konsekuensi. Tapi pemerintahan selalu soal pilihan, dan bagi saya, larangan total adalah pilihan yang tepat,” ujar Starmer, dikutip dari CNN Indonesia.

Target Legislasi Selesai Akhir Tahun

Starmer menargetkan legislasi selesai sebelum akhir tahun 2026, dengan larangan resmi mulai berlaku pada musim semi 2027. Menanggapi kekhawatiran bahwa remaja akan mencari celah untuk tetap mengakses medsos, Starmer memberikan analogi tegas.”Kita tidak bilang, ‘Oh, seorang remaja berhasil mendapatkan minuman keras, jadi tidak perlu melarang penjualan alkohol untuk anak-anak.’ Hukum kita adalah aturan, tapi juga cerminan nilai-nilai kita,” katanya.

Dukungan Mayoritas Orang Tua

Survei pemerintah Inggris menunjukkan sembilan dari sepuluh orang tua mendukung batas usia minimum 16 tahun untuk mengakses platform media sosial. Pengumuman itu disampaikan di hadapan sejumlah pegiat dan orang tua yang kehilangan anak mereka akibat dampak negatif media sosial.Starmer juga menegaskan bahwa kebijakan ini bukan bentuk penolakan terhadap teknologi. “Saya tidak akan pernah menerima argumen bahwa demi masa depan AI dan teknologi, kita harus membiarkan anak-anak kita terekspos seperti yang terjadi selama ini,” tuturnya.

Kesimpulan

Inggris resmi melarang akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun, menyusul langkah Australia dan Indonesia. Dengan dukungan 90% orang tua, PM Keir Starmer menargetkan larangan ini berlaku pada musim semi 2027. Kebijakan ini menandai tren global yang semakin ketat dalam melindungi anak dari dampak negatif platform digital.