JakartaBank Indonesia (BI) dan People’s Bank of China (PBOC) resmi menandatangani perjanjian Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) untuk memperkuat nilai tukar rupiah. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengapresiasi langkah tersebut sebagai terobosan penting.

Perjanjian Diteken di Shanghai

Perjanjian BCSA ditandatangani oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dan Gubernur PBOC Pan Gongsheng pada Kamis (11/6) di Shanghai, China. Dalam kerja sama tersebut juga terdapat MoU tentang Local Currency Transaction (LCT) yang diperluas mencakup wilayah Hong Kong bersama Chief Executive Hong Kong Monetary Authority (HKMA), Eddie Yue.

“Kesepakatan itu membuat transaksi antara Indonesia, China Daratan dan Hong Kong bisa dilakukan dengan menggunakan rupiah atau remimbi tanpa harus menggantungkan pada dolar Amerika Serikat,” jelas Dasco dalam keterangan tertulis, Minggu (14/6).

QRIS Lintas Batas Resmi Disepakati

Sistem QRIS lintas batas antara Indonesia dan China juga telah disepakati. Transaksi antara pengusaha kedua negara kini bisa menggunakan QRIS. Sistem ini sudah melibatkan 191 penyedia layanan di China dan 24 di Indonesia yang semuanya terhubung.

Sebelumnya, uji coba QRIS Indonesia-China telah menembus transaksi senilai Rp 556 miliar sejak diluncurkan pada 30 April 2026.

Nilai Perdagangan US$154,5 Miliar

Dasco menegaskan bahwa perjanjian ini merupakan upaya sangat serius mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Pasalnya, nilai transaksi perdagangan antara Indonesia-China mencapai US$ 154,5 miliar di tahun 2025. “Ini upaya yang sangat serius mengurangi kebutuhan dolar Amerika Serikat untuk transaksi dagang, termasuk digunakannya QRIS lintas negara antara Indonesia-China,” ujarnya.

BI juga menargetkan QRIS akan terhubung ke lebih banyak negara, termasuk India hingga Timor Leste pada tahun ini.

Kesimpulan: Kerja sama BI dan PBOC melalui perjanjian BCSA serta perluasan QRIS lintas batas menjadi langkah strategis mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam transaksi perdagangan Indonesia-China senilai US$154,5 miliar. Dengan 191 penyedia layanan di China yang sudah terhubung, transaksi bilateral kini dapat dilakukan menggunakan rupiah atau remimbi secara langsung.