Washington DC — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Selat Hormuz akan “sepenuhnya dibuka” pada Jumat (19/6), menyusul kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Ini menjadi kabar positif bagi stabilitas harga minyak global.
Kapal Sudah Mulai Bergerak
Trump mengatakan arus pelayaran pada jalur minyak dunia itu sudah mulai kembali normal. “Kapal-kapal mulai bergerak, banyak yang bermuatan minyak, keluar dari Selat Hormuz,” kata Trump seperti dikutip AFP. Media Iran juga melaporkan bahwa tiga kapal tanker minyak dan dua kapal kargo telah melewati wilayah yang sebelumnya diblokade.
Latar Belakang Penutupan
Selat Hormuz ditutup oleh Iran sejak awal perang pada 28 Februari, memicu lonjakan harga minyak global dan kekhawatiran inflasi. Sebagai respons, Amerika Serikat juga memblokir pelayaran menuju dan dari pelabuhan Iran. Kesepakatan damai ini ditandatangani secara elektronik oleh Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.
Reaksi Beragam dari Iran
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut kesepakatan ini sebagai “pencapaian besar” bagi kawasan. Namun Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bersikap lebih hati-hati: “Kami memiliki sejarah komitmen yang dilanggar. Kami memiliki sejarah kesepakatan yang dibatalkan.”
Kesimpulan
Pembukaan kembali Selat Hormuz merupakan angin segar bagi ekonomi global, terutama bagi negara-negara yang bergantung pada impor minyak melalui jalur tersebut. Meskipun demikian, sejarah panjang ketidakpercayaan antara AS dan Iran membuat banyak pihak tetap waspada terhadap implementasi kesepakatan ini.




Memuat komentar...