Pekanbaru, Riau — Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh kepala sekolah dan panitia Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Ia memastikan tidak akan ada toleransi bagi praktik siswa titipan maupun jual beli kursi.
Ultimatum Tegas untuk Kepala Sekolah
“Jangan coba-coba bermain dalam SPMB ini. Jangan ada siswa titipan, jangan ada yang masuk lewat belakang, apalagi sampai menerima sogokan atau gratifikasi. Kalau terbukti dan ketahuan, akan kita tindak tegas. Tidak ada toleransi,” tegas SF Hariyanto, Selasa (16/6/2026).
SF menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah bukan tameng untuk menghindari sanksi. Jika ditemukan pelanggaran, pemerintah tidak akan ragu menjatuhkan hukuman berat, termasuk pencopotan dari jabatan.
Dinas Pendidikan Diminta Awasi Ketat
SF juga mengingatkan jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Riau agar mengawasi seluruh proses penerimaan peserta didik baru. Tidak boleh ada celah yang dimanfaatkan oknum tertentu untuk mengambil keuntungan pribadi.
Ia mengimbau para orang tua agar tidak mudah percaya kepada calo yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang. “Jangan percaya calo. Kalau memenuhi syarat dan sesuai aturan, pasti akan diproses. Tidak perlu lewat jalur-jalur yang tidak benar,” katanya.
Kesimpulan
Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen menjaga pelaksanaan SPMB 2026 berlangsung objektif, transparan, dan adil. SF Hariyanto memastikan seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan latar belakang maupun kedekatan dengan pihak tertentu.
Sumber: Tribun Pekanbaru • DPRD Pekanbaru • Dinas Pendidikan Riau (16 Juni 2026)




Memuat komentar...