Selain pemerintah kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi Riau juga telah menetapkan status siaga darurat karhutla. Langkah ini dinilai penting agar koordinasi penanganan, pengerahan personel, serta pengiriman bantuan dapat dilakukan lebih cepat jika terjadi kebakaran.
Kuansing Jadi Satu-satunya Daerah yang Belum Menetapkan Status
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Damkar Riau, Jim Gafur, mengatakan saat ini hampir seluruh daerah di Riau sudah menetapkan status siaga darurat karhutla. Hanya Kabupaten Kuantan Singingi atau Kuansing yang belum menetapkan status tersebut.
“Saat ini Pemprov Riau dan 11 pemerintah kabupaten/kota di Riau sudah menetapkan status siaga darurat karhutla,” kata Jim Gafur di Pekanbaru, Senin, dikutip dari Indoposco.
Jim menyebut, penetapan status siaga darurat akan mempermudah koordinasi antarinstansi. Dengan status tersebut, dukungan penanganan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat bisa lebih cepat dilakukan.
“Jika sudah menetapkan status, koordinasi dan pengiriman bantuan akan lebih mudah, sehingga penanganan karhutla juga akan lebih cepat,” ujarnya.
Pemadaman Masih Berlangsung di Sejumlah Titik
Sementara itu, Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera masih melakukan operasi pemadaman di beberapa titik kebakaran di Riau. Lokasi yang menjadi perhatian antara lain Rantau Bais di Rokan Hilir, Sokoi di Pelalawan, dan Kandis di Siak.
Laporan Metro Riau menyebut, kebakaran di Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir, berhasil dipadamkan setelah lima hari penanganan intensif. Namun, sejumlah titik lain masih membutuhkan pemadaman dan pendinginan agar api tidak kembali meluas.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan petugas menghadapi tantangan berat di lapangan, mulai dari cuaca panas, angin kencang, vegetasi kering, hingga karakteristik lahan gambut.
“Tim Manggala Agni terus bekerja maksimal di seluruh lokasi kebakaran,” ujar Ferdian, dikutip dari Metro Riau.
Hadapi Musim Kemarau
Laporan MINA News juga menyoroti bahwa penetapan status siaga darurat karhutla dilakukan untuk menghadapi musim kemarau. Status ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan sebelum kebakaran meluas dan berdampak terhadap masyarakat.
Jim Gafur berharap Kuansing segera mengikuti langkah daerah lain. Dengan begitu, seluruh wilayah di Riau memiliki status kesiapsiagaan yang sama dalam menghadapi ancaman karhutla.
Rokan Hilir Jadi Perhatian
Di Rantau Bais, Rokan Hilir, pemadaman dilakukan oleh Manggala Agni Daops V Dumai. Kondisi di lapangan disebut cukup berat karena angin kencang membuat asap semakin pekat dan berpotensi mempercepat penyebaran api.
Berdasarkan pemantauan sementara, luas lahan terdampak kebakaran di lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 44 hektare. Pemerintah dan petugas penanggulangan bencana terus meningkatkan kesiapsiagaan agar karhutla tidak meluas selama musim kemarau.
Kesimpulan
Penetapan status siaga darurat karhutla di 11 daerah Riau menjadi langkah antisipasi menghadapi musim kemarau. Pemerintah Provinsi Riau meminta Kuansing segera menyusul agar koordinasi penanganan lebih mudah dilakukan. Di sisi lain, Manggala Agni masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik kebakaran.
Pekanbaru – Sebanyak 11 kabupaten/kota di Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Status tersebut ditetapkan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dan meningkatnya risiko kebakaran lahan di sejumlah wilayah.
Selain pemerintah kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi Riau juga telah menetapkan status siaga darurat karhutla. Langkah ini dinilai penting agar koordinasi penanganan, pengerahan personel, serta pengiriman bantuan dapat dilakukan lebih cepat jika terjadi kebakaran.
Kuansing Jadi Satu-satunya Daerah yang Belum Menetapkan Status
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Damkar Riau, Jim Gafur, mengatakan saat ini hampir seluruh daerah di Riau sudah menetapkan status siaga darurat karhutla. Hanya Kabupaten Kuantan Singingi atau Kuansing yang belum menetapkan status tersebut.
“Saat ini Pemprov Riau dan 11 pemerintah kabupaten/kota di Riau sudah menetapkan status siaga darurat karhutla,” kata Jim Gafur di Pekanbaru, Senin, dikutip dari Indoposco.
Jim menyebut, penetapan status siaga darurat akan mempermudah koordinasi antarinstansi. Dengan status tersebut, dukungan penanganan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat bisa lebih cepat dilakukan.
“Jika sudah menetapkan status, koordinasi dan pengiriman bantuan akan lebih mudah, sehingga penanganan karhutla juga akan lebih cepat,” ujarnya.
Pemadaman Masih Berlangsung di Sejumlah Titik
Sementara itu, Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera masih melakukan operasi pemadaman di beberapa titik kebakaran di Riau. Lokasi yang menjadi perhatian antara lain Rantau Bais di Rokan Hilir, Sokoi di Pelalawan, dan Kandis di Siak.
Laporan Metro Riau menyebut, kebakaran di Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir, berhasil dipadamkan setelah lima hari penanganan intensif. Namun, sejumlah titik lain masih membutuhkan pemadaman dan pendinginan agar api tidak kembali meluas.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan petugas menghadapi tantangan berat di lapangan, mulai dari cuaca panas, angin kencang, vegetasi kering, hingga karakteristik lahan gambut.
“Tim Manggala Agni terus bekerja maksimal di seluruh lokasi kebakaran,” ujar Ferdian, dikutip dari Metro Riau.
Hadapi Musim Kemarau
Laporan MINA News juga menyoroti bahwa penetapan status siaga darurat karhutla dilakukan untuk menghadapi musim kemarau. Status ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan sebelum kebakaran meluas dan berdampak terhadap masyarakat.
Jim Gafur berharap Kuansing segera mengikuti langkah daerah lain. Dengan begitu, seluruh wilayah di Riau memiliki status kesiapsiagaan yang sama dalam menghadapi ancaman karhutla.
Rokan Hilir Jadi Perhatian
Di Rantau Bais, Rokan Hilir, pemadaman dilakukan oleh Manggala Agni Daops V Dumai. Kondisi di lapangan disebut cukup berat karena angin kencang membuat asap semakin pekat dan berpotensi mempercepat penyebaran api.
Berdasarkan pemantauan sementara, luas lahan terdampak kebakaran di lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 44 hektare. Pemerintah dan petugas penanggulangan bencana terus meningkatkan kesiapsiagaan agar karhutla tidak meluas selama musim kemarau.
Kesimpulan
Penetapan status siaga darurat karhutla di 11 daerah Riau menjadi langkah antisipasi menghadapi musim kemarau. Pemerintah Provinsi Riau meminta Kuansing segera menyusul agar koordinasi penanganan lebih mudah dilakukan. Di sisi lain, Manggala Agni masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik kebakaran.




Memuat komentar...